Trend Diet dan Nutrisi Mudah di Tahun 2019
Cari Berita

Advertisement


Trend Diet dan Nutrisi Mudah di Tahun 2019

Jumat, 15 Februari 2019


Kecenderungan seseorang utuk hidup sehat dan langsing mendorong untuk mencoba sesuatu yang baru munculnya suatu tren, tak terkecuali dalam urusan diet dan makanan. bahkan ada juga bahan baru yang menarik untuk dicoba.

Meski banyak kontroversi, diet keto menurut pakar kebugaran Jansen Ongko akan tetap diminati tahun 2019. “Diet keto adalah pengaturan pola makan yang menghindari atau meminimalkan asupan karbohidrat, namun mengonsumsi sumber protein dan lemak yang cukup banyak. Diet keto ini ada juga yang dikombinasikan dengan diet berpuasa,” urai founder APKI ini.
Selain itu, vegetarian akan tetap populer di tahun mendatang. Hal ini, lanjut Jansen, seiring dengan berkembangnya komunitas yoga dan berbagai film dokumenter yang menentang eksploitasi hewan ternak untuk memenuhi permintaan pasar.

Di sisi lain, katering dan rumah makan sehat akan menjamur dan mudah dijumpai di kota-kota besar. “Walaupun harganya masih relatif tinggi, pasarnya cukup berkembang. Mengingat hidup sehat sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini,” imbuh Jansen.

Kalau biasanya Anda hanya mendengar susu almond, nantinya akan ada susu yang terbuat dari oat, wijen, pecan, dan mete. Susu tersebut, seperti disebutkan dalam US News, bisa menjadi pilihan bagi mereka yang menghindari susu sapi karena berbagai alasan. Hanya, perlu diingat bahwa produk-produk tersebut tidak semuanya dapat menyediakan protein sebanyak susu sapi.

Selain kaya akan asam lemak omega 3, minyak alga akan populer karena memiliki titik asap yang tinggi, yaitu 251,7 derajat Celsius. Minyak alga mengalahkan minyak kanola yang memiliki titik asap 242 derajat Celsius. Titik asap yang tinggi akan membuat lemak tidak mudah pecah menjadi lemak trans yang dapat merugikan kesehatan. Karenanya, mutu minyak goreng ditentukan oleh titik asapnya, yaitu suhu pemanasan minyak sampai terbentuk akrolein. Makin tinggi titik asap, makin baik mutu minyak goreng tersebut.

Menurut Jansen, konnyaku atau konjac akan menjadi tren makanan di tahun depan. Konnyaku adalah pengganti karbohidrat yang kalorinya sangat rendah dan dapat diolah dengan berbagai metode atau masakan.
Konnyaku, seperti dilansir Medical News Today, merupakan tanaman yang digunakan untuk membuat suplemen makanan tinggi serat, jeli, dan tepung. Konnyaku dipakai secara tradisional di dalam masakan Jepang maupun obat tradisional Cina.

Kandungan glucomannan yang tinggi pada konnyaku diyakini berpotensi memberikan manfaat kesehatan, seperti untuk mengelola diabetes, menurunkan berat badan, menjaga kadar kolesterol, mencegah sembelit, membuat kulit sehat, dan membantu penyembuhan luka.
Selain itu, produk-produk suplemen tinggi protein pun masih terus berkembang,