VIN Inti Nusa Dukung Kajian Marine Shuttle untuk Perkuat Logistik Antarpulau NTB
Lombok Tengah — PT VIN Inti Nusa turut berpartisipasi dalam pembahasan pengembangan jaringan logistik laut berbasis konsep marine shuttle bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Pullman Mandalika, Lombok Tengah, pada Jumat (9/10).
Inisiatif tersebut diarahkan untuk menjawab tantangan distribusi di wilayah kepulauan sekaligus memperkuat ketahanan logistik pangan dan agromaritim NTB. Melalui pemanfaatan kapal jenis Landing Craft Tank (LCT), konsep ini diharapkan dapat memperlancar pergerakan komoditas unggulan daerah, seperti beras, jagung pipilan, udang vaname, bawang putih, tuna, serta kebutuhan sektor peternakan.
Berbeda dengan pola distribusi yang bergantung pada dermaga permanen, LCT pesisir dirancang agar dapat melakukan beaching atau merapat langsung ke pantai pada titik-titik yang telah ditentukan. Pendekatan ini berpotensi mempersingkat jalur distribusi darat, mendekatkan titik pengumpulan komoditas, serta membuka akses logistik yang lebih fleksibel bagi pulau-pulau di NTB.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan logistik masuk dan keluar secara menyeluruh. Kebutuhan seperti susu, pakan, produk kemasan, serta komoditas hasil pertanian perlu dipetakan secara cermat agar armada dapat beroperasi secara efisien dengan tingkat keterisian muatan yang optimal pada setiap pelayaran.
Dalam pembahasan tersebut, turut dikaji dua alternatif desain kapal. Opsi pertama adalah LCT dua dek yang memungkinkan pengangkutan ternak di dek bawah dan pakan di dek atas. Opsi lainnya berupa desain convertible, sehingga kapal dapat menyesuaikan jenis muatan sesuai kebutuhan, misalnya untuk mengangkut jagung pada satu perjalanan dan kendaraan atau kebutuhan peternakan pada perjalanan berikutnya.
Perwakilan PT VIN Inti Nusa, Sonny, menyampaikan bahwa konsep marine shuttle dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada pembangunan infrastruktur pelabuhan konvensional. Menurutnya, gagasan ini terinspirasi dari kemampuan kapal pendarat LCT untuk menjangkau pantai tanpa memerlukan dermaga.
VIN telah menerima informasi titik-titik calon beaching point di NTB sebagai dasar pengembangan desain LCT pesisir. Untuk mendukung tahap tersebut, VIN juga telah berkomunikasi dengan sejumlah galangan kapal di Batam dan Samarinda guna menyiapkan rancangan kapal yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan NTB. Ke depan, konsep ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas dan ekonomi antarwilayah di NTB, tetapi juga menjadi model transportasi laut yang dapat diterapkan di kawasan kepulauan lain di Indonesia maupun secara global.